Name: Nitana Talia
Student Number: A1B218091
Class: R-003
Creative Writing Practice - 4th Assignment
Name: Nitana Talia
Student Number: A1B218091
Class: R-003
Creative Writing Practice - 4th Assignment
Tres Metros Sobre el Cielo is a film directed by Luca
Lucini, based on the novel by Federico Moccia. It was released in cinemas in
Italy on 12 March 2004. This film tells the story of a man named Hache played
by Mario Casas and Babi played by María Valverde who have a quite complicated
relationship because they have very different backgrounds in life. I still
remember watching this film when I was in the 2nd grade of high school in 2016,
and I discovered this film 12 years after this film was released.
Tres Metros Sobre el Cielo or 3MSC, which means
"Three Steps Over Heaven", is a Spanish-language film so subtitles
are needed in English so that the audience can understand this film. However,
until now it is very difficult to find the subtitles for this film because this
film on various official sites is quite old. Besides that, in my opinion this
film is very focused on their fights and sexual life which is completely
monotonous so that I sometimes feel bored for certain scenes. The sound effect
used when Babi fights Daniela is exaggerated and does not match the movements
when they hit each other and the punches that are given don't look so real and
made up.
Another thing about this film that I really regret is
some moral messages that can be misinterpreted because this film shows that
Babi and Hache have promiscuity, fight, and leave their parents for their
relationship which is truly unhealthy or known as " Toxic Relationship
"until the end of the story without any stages or film elements. In simple
terms, the plot has several stages, starting from introduction, conflict,
complication (complexity), climax, breakdown, to completion. I feel that there
is no clear completion in the film, this is certainly a stepping stone for film
producers to make viewers curious and look forward to the second season of the
film.
Even so, I really enjoyed the film because there were
several moral messages that I could conclude and I also experienced a little
culture shock when I watched the film which seemed "free".
Belajar
daring atau dalam jaringan telah banyak dilaksanakan oleh berbagai lembaga dan
tingkat pendidikan semenjak penyebaran Virus Corona
atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) atau COVID-19 yang menyebabkan gangguan
ringan pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru yang berat, hingga
kematian. Kegiatan perkuliahan pun tentunya ikut terdampak oleh kondisi
penyebaran COVID-19 yang membuat suasana belajar menjadi tidak kondusif dan perlu dilakukan dari rumah
melalui media berbasis internet untuk mencegah penularan dan penyebaran
COVID-19. Proses perkuliahan daring ini
berlangsung hingga akhir semester dan tidak menutup kemungkinan bahwa kuliah
dari rumah akan terus dilaksanakan pada tahun 2021 mendatang.
Kira-kira
apa saja yang menjadi dilema bagi mereka yang menjalani perkuliahan daring ini?
Akankah metode pembelajaran dari rumah yang berbasis internet memberikan dampak
yang lebih baik dibandingkan perkuliahan yang dilakukan secara luring atau
tatap muka di kelas? Hal ini tentunya masih menuai pro dan kontra, mengingat banyak sekali
hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam pelaksanaan belajar dari rumah.
1.
Kuliah
daring memerlukan fasilitas yang memadai dan mendukung
Meskipun tidak menggunakan
fasilitas dari kampus seperti ruang kelas, kursi, proyektor, dan lain-lain,
perkuliahan daring tetap memerlukan fasilitas-fasilitas penting seperti
jaringan internet yang stabil, kuota internet yang mencukupi, aliran listrik, lokasi
yang kondusif dan tenang untuk belajar, dan perangkat yang mendukung. Banyak
sekali kita temui mahasiswa atau mahasiswi yang harus ke lokasi dataran tinggi
untuk mendapatkan jaringan yang stabil. Selain itu, media-media daring seperti
aplikasi zoom, google meet, webex yang
seringkali digunakan dosen dan mahasiswa untuk melakukan perkuliahan
membutuhkan kuota yang cukup besar dan perangkat yang memadai.
Aplikasi zoom contohnya,
dikutip dari laman web zoom, perangkat android yang didukung adalah dengan sistem
operasi Android 5.0x atau lebih baru, untuk iOS minimal menggunakan sistem
operasi iOS 8.0 atau lebih baru. Kita memahami bahwa perangkat yang digunakan
memiliki perananan yang sangat penting bagi keberlangsungan perkuliahan agar
kualitas video atau media yang ditampilkan lebih jelas dan kualitas audio
terdengar dengan jernih.
2.
Kuliah
daring bukan hanya tentang presensi dan instruksi
Perkuliahan daring tentunya
tidak akan berjalan dengan baik apabila
tidak ada sinergi antara dosen dan mahasiswa. Di satu sisi, ada beberapa
mahasiswa yang hanya mengikuti perkuliahan untuk sekedar mengisi absensi saja.
Dan disisi lain ada beberapa dosen yang hanya memberikan instruksi untuk
mengerjakan tugas sehingga melupakan mengenai pendalaman materi yang tentunya memerlukan
bantuan dan bimbingan dari dosen. Apalagi jika banyak partisipan yang mangkir,
kuliah daring yang diharapkan “mempermudah” proses perkuliahan bisa saja
menghambat proses perkuliahan itu sendiri jika hal ini terus-menerus terjadi.
3.
Kuliah
daring rentan plagiarisme dan perilaku tidak jujur
Perkembangan
internet banyak sekali membawa dampak positif dan negative bagi penggunanya,
salah satunya dalam hal penjiplakan karya cipta. Perkuliahan daring sangat
rentan dengan plagiarism dan perilaku tidak jujur, contohnya pada saat
perkuliahan menggunakan media aplikasi WhatsApp, banyak sekali mahasiswa yang
mengikuti perkuliahan sambil bermain game ataupun kembali tidur dan bangun saat
mendengar suara notifikasi dari grup WhatsApp dan bertindak seolah-olah mereka
memperhatikan perkuliahan hingga akhir.
Selain itu,
dengan menumpuknya tugas-tugas dengan batas waktu yang sangat singkat, tidak
sedikit mahasiswa yang menggunakan jalan pintas dalam mengerjakan tugas dengan
cara melakukan copy-paste dari
berbagai sumber di internet agar dapat mengumpulkan tugas tepat waktu.
Dihadapkan
dengan tiga poin di atas, apakah kita sudah benar-benar siap untuk terus
melakukan kuliah secara daring? Ini kembali lagi kepada diri kita sendiri untuk
mampu menggunakan media pembelajaran dan menjalani kuliah daring dengan bijak.
![]() |
| front and back packaging |

![]() |
| Suasana saat pagi hari |
![]() |
| Cover Antalogi Puisi "Afeksi Candu" |